Maksimum Normal Stress Theory (Rankine’s Theory)

Menurut teori ini, kegagalan terjadi pada suatu titik dalam benda ketika maksimum normal stress dalam sistem bi-axial stress mencapai batas kekuatan dari suatu material dalam uji tarik sederhana.

Karena batas kekuatan untuk ductile materials adalah yield point stress dan untuk brittle materials (tidak memiliki yield point yang didefinisikan dengan baik) batas kekuatannya adalah ultimate stress, oleh karena itu menurut teori di atas, pengambilan safety factor (F.S.)

menjadi pertimbangan, jadi normal stress (di dalam sistem bi-axial stress diberikan oleh,

Dimana,

Karena teori normal stress ini berdasarkan kegagalan dalam uji tarik atau kompresi dan mengabaikan kemungkinan kegagalan terjadi pada shearing stress, oleh karena teori ini itu tidak digunakan pada ductile material. Bagaimana pun juga, untuk brittle material yang relatif kuat di shear dan lemah di ketegangan atau kompresi, teori ini umumnya digunakan.

 

Sumber:

Khurmi,R.S.1980.A Text Book of Machine Design.New Dhelhi:Eurasia Publishing House

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: